Sabtu, 11 September 2021

SOP PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK

 

ALAT DAN BAHAN

 

1.      Stetoskop

2.      Manset anak

3.      Tensimeter

4.      Timbangan anak

5.      Termometer

6.      Meteran tinggi badan

7.      Midline

8.      Palu reflex

 

 

 

PROSEDUR TINDAKAN/PELAKSANAAN

 

1.      Pemeriksaan Umum

a.       Keadaan Umum

·         Kesan sakit

·         Kesadaran

·         Kesan status gizi

b.      Tanda Vital

·         Tekanan Darah

Pengukuran seperti pada dewasa, tetapi memakai manset khusus untuk anak, yang ukurannya lebih kecil dari manset dewasa. Besar manset antara setengah sampai dua per tiga lengan atas. Tekanan darah waktu lahir 60 – 90 mmHg sistolik, dan 20 – 60 mmHg diastolik. Setiap tahun biasanya naik 2 – 3 mmHg untuk kedua- duanya dan sesudah pubertas mencapai tekanan darah dewasa.

·         Nadi

Perlu diperhatikan, frekuensi/laju nadai (N: 60-100 x/menit), irama, isi/kualitas nadi dan ekualitas (perabaan nadi pada keempat ekstrimitas

·         Nafas

Perlu diperhatikan laju nafas, irama, kedalaman dan pola pernafasan.

·         Suhu

Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan dengan beberapa cara :

 

1.      Rectal

Anak tengkurap di pangkuan ibu, ditahan dengan tangan kiri, dua jari tangan kiri memisahkan dinding anus kanan dengan kiri, dan termometer dimasukkan anus dengan tangan kanan ibu.

2.      Oral

Termometer diletakkan di bawah lidah anak. Biasanya dilakukan untuk anak 6 tahun.

3.      Aksiler

Termometer ditempelkan di ketiak dengan lengan atas lurus selama 3 menit. Umumnya suhu yang diperoleh 0,5  lebih rendah dari suhu rektal.

 

 

c.    Data Antropometrik

·         Berat Badan

Berat badan merupakan parameter yang paling sederhana dan merupakan indeks untuk status nutrisi sesaat.

Interpretasi :

1.      BB/U dipetakan pada kurve berat badan

·   BB< sentil ke 10 : defisit

·   BB> sentil ke 90 : kelebihan

2.      BB/U dibandingkan dengan acuan standar, dinyatakan persentase :

·      > 120%       : gizi lebih

·      80% – 120%           : gizi baik

·      60% - 80%  : tanpa edema, gizi kurang; dengan edema, gizi buruk

·      < 60%         : gizi buruk, tanpa edema (marasmus), dengan edema (kwasiorkhor).

·       Tinggi Badan

      Dinilai dengan :

1.                   TB/U pada kurva

·                     < 5 sentil         : deficit berat

·                     Sentil 5-10       : perlu evaluasi untuk membedakan apakah perawakan                                           pendek akibat defisiensi nutrisi kronik atau                                                                           konstitusional

2.                   TB/U dibandingkan standar baku (%)

·                     90% - 110%    : baik/normal

·                     70% - 89%      : tinggi kurang

·                     < 70%  : tinggi sangat kurang

3.                   BB/TB

2.      Kulit

Pada pemeriksaan kulit yang harus diperhatikan adalah : warna kulit, edema, tanda perdarahan, luka parut (sikatrik), pelebaran pembuluh darah, hemangioma, nevus, bercak ‘cafĂ© au kait’, pigmentasi, tonus, turgor, pertumbuhan rambut, pengelupasan kulit, dan stria.

3.      Kelenjar Limfe

Kelenjar limfe yang perlu diraba adalah : submaksila, belakang telinga, leher, ketiak, bawah lidah, dan sub oksipital. Apabila teraba tentukan lokasinya, ukurannya, mobil atau tidak.

4.      Kepala

Pada pemeriksaan kepala perlu diperhatikan : besar, ukuran, lingkar kepala, asimetri, sefalhematom, maulase, kraniotabes, sutura, ubun-ubun, pelebaran pembuluh darah, rambut, tengkorak dan muka. Kepala diukur pada lingkaran yang paling besar, yaitu melalui dahi dan daerah yang paling menonjol daripada oksipital posterior.

5.      Muka

Pada pemeriksaan muka perhatikan : simetri tidaknya, paralisis, jarak antara hidung dan mulut, jembatan hidung, mandibula, pembengkakan, tanda chovstek, dan nyeri pada sinus.

 

 

6.      Mata

Pada pemeriksaan mata perhatikan : fotofobia, ketajaman melihat, nistagmus, ptosis, eksoftalmus, endoftalmus, kelenjar lakrimalis, konjungtiva, kornea, pupil, katarak, dan kelainan fundus. Strabismus ringan dapat ditemukan pada bayi normal di bawah 6 bulan.

7.      Hidung

Untuk pemeriksaan hidung, perhatikan : bentuknya, gerakan cuping hidung, mukosa, sekresi, perdarahan, keadaan septum, perkusi sinus.

8.      Mulut

Pada pemeriksaan mulut, perhatikan :

           Bibir    : warna, fisura, simetri/tidak, gerakan.

           Gigi     : banyaknya, letak, motling, maloklusi, tumbuh lambat/tidak.

           Selaput lendir mulut : warna, peradangan, pembengkakan.

           Lidah   : kering/tidak, kotor/tidak, tremor/tidak, warna, ukuran, gerakan, tepi hiperemis/tidak.

           Palatum           : warna, terbelah/tidak, perforasi/tidak.

 

9.      Tenggorok

Pemeriksaan tenggorok dilakukan dengan menggunakan alat skalpel, anak disuruh mengeluarkan lidah dan mengatakan ‘ah’ yang keras, selanjutnya spaltel diletakkan pada lidah sedikit ditekan kebawah. Perhatikan : uvula, epiglotis, tonsil besarnya, warna, paradangan, eksudat, kripte)

 

10.  Telinga

Pada pemeriksaan telinga, perhatikan : letak telinga, warna dan bau sekresi telinga, nyeri/tidak (tragus,antitragus), liang telinga, membrana timpani. Pemeriksaan menggunakan heat lamp dan spekulum telinga.

 

11.  Leher

Pada leher perhatikanlah : panjang/pendeknya, kelenjar leher, letak trakhea, pembesaran kelenjar tiroid, pelebaran vena, pulsasi karotis, dan gerakan leher.

 

12.  Thorax

Untuk pemeriksaan thorax seperti halnya pada dewasa, meliputi urutan :

·         Inspeksi

Pada anak < 2 tahun : lingkar dada ≤ lingkar kepala

Pada anak > 2 tahun : lingkar dada ≥ lingkar kepala.

·         Palpasi

Perhatikan

a.         Bentuk thorax : funnel chest, pigeon chest, barell chest, dll

b.         Pengembangan dada kanan dan kiri : simetri/tidak, ada retraksi.tidak

c.         Pernafasan : cheyne stokes, kusmaul, biot

d.        Ictus cordis

·           Palpasi Perhatikan :

1.    Pengembangan dada : simetri/tidak

2.    Fremitus raba : dada kanan sama dengan kiri/tidak

3.    Sela iga : retraksi/tidak

4.    Perabaan iktus cordis

 

 

·           Perkusi

Dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan satu jari/tanpa bantalan jari lain, atau secara tidak langsung dengan menggunakan 2 jari/bantalan jari lain. Jangan mengetok terlalu keras karena dinding thorax anak lebih tipis dan ototnya lebih kecil.

Tentukan :

1.      Batas paru-jantung

2.      Batas paru-hati : iga VI depan

3.      Batas diafragma : iga VIII – X belakang. Bedakan antara suara sonor dan redup.

·           Auskultasi

Tentukan suara dasar dan suara tambahan :

Suara dasar           : vesikuler, bronkhial, amforik, cog-wheel breath sound, metamorphosing breath sound.

Suara tambahan : ronki, krepitasi, friksi pleura, wheezing

Suara jantung normal, bising, gallop.

 

13.  Abdomen

Seperti halnya pada dewasa pemeriksaan abdomen secara berurutan meliputi ;

·           Inspeksi

Perhatikan dengan cara pengamatan tanpa menyentuh :

1.    Bentuk : cekung/cembung

2.    Pernafasan       : pernafasan abdominal normal pada bayi dan anak kecil

3.    Umbilikus        : hernia/tidak

4.    Gambaran vena           : spider navy

5.    Gambaran peristaltik

·           Auskultasi

Perhatikan suara peristaltik, normal akan terdengar tiap 10 – 30 detik.

·           Perkusi

Normal akan terdengar suara timpani.

Dilakukan untuk menentukan udara dalam usus, atau adanya cairan bebas/ascites.

·           Palpasi

Palpasi dilakukan dengan cara : anak disuruh bernafas dalam, kaki dibengkokkan di sendi lutut, palpasi dilakukan dari kiri bawah ke atas, kemudian dari kanan atas ke bawah. Apabila ditemukan bagian yang nyeri, dipalpasi paling akhir.

Perhatikan : adanya nyeri tekan , dan tentukan lokasinya. Nilai perabaan terhadap hati, limpa, dan ginjal.

 

HATI

Palpasi dapat dapat dilakukan secara mono/bimanual Ukur besar hati dengan cara :

1.         Titik persilangan linea medioclavicularis kanan dan arcus aorta dihubungkan dengan umbilikus.

2.         Proc. Xifoideus disambung dengan umbilicus. Normal : 1/3 – 1/3 sampai usia 5 – 6 tahun.

Perhatikan juga : konsistensi, permukaan, tepi, pulsasi, nyeri tekan.

 

 

LIMPA

Ukur besar limpa (schuffner) dengan cara :

Tarik garis singgung ‘a’ dengan bagian arcus aorta kiri.

Dari umbilikus tarik garis ‘b’ tegak lurus ‘a’ bagi dalam 4 bagian. Garis ‘b’ diteruskan ke bawah sampai lipat paha, bagi menjadi 4 bagian juga. Sehingga akan didapat S1 – S8.

 

GINJAL

Cara palpasi ada 2 :

Jari telunjuk diletakkan pada angulus kostovertebralis dan menekan keras ke atas, akan teraba ujung bawah ginjal kanan.

Tangan kanan mengangkat abdomen anak yang telentang. Jari-jari tangan kiri diletakkan di bagian belakang sedemikian hingga jari telunjuk di angulus kostovertebralis kemudian tangan kanan dilepaskan. Waktu abdomen jatuh ke tempat tidur, ginjal teraba oleh jari-jari tangan kiri.

 

14.    Ekstremitas

Perhatikan : kelainan bawaan, panjang dan bentuknya, clubbing finger, dan pembengkakan tulang.

Persendian

Periksa : suhu, nyeri tekan, pembengkakan, cairan, kemerahan, dan gerakan.

Otot

 

Perhatikan : spasme, paralisis, nyeri, dan tonus.

 

15.    Alat Kelamin Perhatikan :

Untuk anak perempuan :

a.         Ada sekret dari uretra dan vagina/tidak.

b.         Labia mayor         : perlengketan / tidak

c.         Himen      : atresia / tidak

d.        Klitoris     : membesar / tidak.

 Untuk anak laki-laki :

a.         Orifisium uretra :hipospadi = di ventral / bawah penis Epsipadia = di dorsal /   atas penis.

b.         Penis         : membesar / tidak

c.         Skrotum : membesar / tidak, ada hernia / tidak.

d.        Testis        : normal sampai puber sebesar kelereng.

e.         Reflek kremaster : gores paha bagian dalam testis akan naik dalam skrotum

 

16.    Anus dan Rektum

Anus diperiksa rutin sedangkan rektum tidak. Untuk anus, perhatikan :

a.         Daerah pantat adanya tumor, meningokel, dimple, atau abces perianal.

b.         Fisura ani

c.         Prolapsus ani

Pemeriksaan rektal : anak telentang, kaki dibengkokkan, periksa dengan jari kelingking masuk ke dalam rektum.

Perhatikan :

a.         Atresia ani

b.         Tonus sfingter ani

c.         Fistula rektovaginal

d.        Ada penyempitan / tidak.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.      Behrman.1999.NELSON :Ilmu Anak.EGC.Jakarta.Kesehatan

 

2.      Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak.1998. Penerbit FK UI

Sabtu, 29 Mei 2021

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

 

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

 

Pengertian : Merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu mandi secara mandiri atau memerlukan bantuan

 

Tujuan :

1.      Mempertahankan kebersihan  kulit

2.      Mencegah infeksi  kulit

3.      Memperlancar peredaran darah

4.      Mempertahankan kenyamanan pasien

 

Alat dan bahan :

1.      Baskom mandi dua buah yang berisikan air dingin dan air hangat

2.      Pakaian pengganti

3.      Kain penutup

4.      Handuk dan waslap

5.      Tempat untuk pakaian kotor

6.      Sampiran

7.      Sabun

 

Prosedur kerja

1.      Jelaskan prosedur pada klien

2.      Jaga pripacy pasien

3.      Cuci tangan

4.      Atur posisi pasien menjadi posisi tidur terlentang/setengah duduk

5.      Bentangkan handuk dibawah kepala dan bersihkan wajah, telinga, dan leher dengan air hangat/sabun dengan waslap lalu keringkan dengan handuk

6.      Kain penutup (pakaian) diturunkan, bentangkan handuk diatas dada pasien dan kedua tangan ada diatas handuk tersebut. Basahi kedua tangan dengan air bersih dan bersihkan dengan menggunakan sabun dan bilas dengan air hangat lalu keringkan dengan handuk

7.      Setelah kedua tangan dikeataskan, handuk dipindahkan kesisi pasien dan bersihkan daerah dada dan perut dengan sabun. Bilas dengan air hangat lalu keringkan dengan handuk

8.      Kemudian pasien dimiringkan kekiri. Handuk dibentangkan dibawah punggung sampai glutea. Lalu basahi punggung dengan sabun dan air hangat hingga glutea. Keringkan punggung dengan handuk kemudian miring kekanan. Setelah itu pasien kembali keposisi terlentang dan pakaian atas dipasangkan dengan rapi

9.      Letakan handuk dibawah lutut dan kemudian lutut dibersihkan dengan sabun dan air hangat. Kaki yang paling jauh didahulukan dan dikeringkan dengan handuk

10.   Ambil handuk dan letakan dibawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka lalu dibersihkan dengan sabun dan air hangat pada daerah lipatan paha dan genitalia. Setelah selesai semua dirapihkan

11.  Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

12.  Dokumentasi

 

 

SOP PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK

  ALAT DAN BAHAN   1.       Stetoskop 2.       Manset anak 3.       Tensimeter 4.       Timbangan anak 5.       Termometer 6. ...