Jumat, 30 Oktober 2020

SOP Pemasangan NGT (Naso Gastrik Tube)



DEFENISI PEMASANGAN NGT 

Melakukan pemasangan selang (tube) dari rongga hidung ke lambung (gaster) menggunakan tekhnik non steril (bersih).

 

TUJUAN PEMASANGAN NGT

Memasukkan makanan cair/obat-obatan, cair/padat yang dicairkan.

Mengeluarkan cairan/isi lambung dan gas yang ada dalam lambung (bilas lambung).

Mengirigasi karena perdarahan/keracunan dalam lambung.

Mencegah/mengurangi nausea dan vomiting setelah pembedahan atau trauma.

Mengambil spesimen dalam lambung untuk studi laboratorium.

 

PERSIAPAN ALAT

Selang NGT No.10,12,14,16,18 (tergantung kebutuhan)

Jelly

Spatel lidah

Handscoen bersih

Senter atau penlight

Catether tip ukuran 50cc

Plester / hypavix

Stetoskop

Tissue kering

 

PROSEDUR PEMASANGAN NGT (NASO GASTRIK TUBE)

Mendekatkan alat ke samping klien.

Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuannya.

Membantu klien pada posisi terlentang - semi fowler.

Mencuci tangan.

Periksa kepatenan nasal. Minta pasien untuk bernapas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat, ulangi pada lubang hidung yang lain, bersihkan mucus dan sekresi dari hidung dengan kassa/lidi kapas. Periksa adanya infeksi.

Memakai sarung tangan bersih.

Buka kemasan selang NGT.

Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan cara menempatkan ujung selang dari hidung klien ke ujung telinga atas lalu dilanjutkan sampai processus xipodeus.

Beri tanda pada selang yang telah diukur dengan plester.

Beri jelly pada NGT sepanjang 10-20 cm dari ujung selang tersebut.

Meminta klien untuk rileks dan bernapas normal. Masukkan selang perlahan sepanjang 5-10cm. Meminta klien untuk menundukkan kepala (fleksi) sambil menelan.

Masukkan selang sampai batas yang ditandai.

Jangan memasukkan selang secara paksa bila ada tahanan.

a.      Jika klien batuk, bersin, hentikan dahulu lalu ulangi lagi. Anjurkan klien untuk tarik napas dalam.

b.      Jika tetap ada tahanan, menarik selang perlahan-lahan dan masukkan ke hidung yang lain kemudian masukkan kembali secara perlahan

c.  Jika klien terlihat akan muntah, menarik tube dan menginspeksi tenggorokan lalu melanjutkan memasukkan selang secara bertahap.

    15. Mengecek kepatenan

a.    Masukkan ujung pipa sampai dengan terendam dalam mangkok berisi air, klem dibuka jika ternyata sonde masuk dalam lambung maka ditandai dengan tidak adanyagelembung udara yang keluar.

b.   Masukkan udara denga spuit 2-3 cc ke dalam lambung sambil mendengarkan dengan stetoskop. Bila terdengar bunyi kemudian udara dikeluarkan kembali dengan menarik spuit.

    16. Pasang spuit/corong pada pangkal pipa apabila sudah yakin pipa masuk lambung

    17. Memfiksasi selang pada hidung dengan plester

    18. Membantu klien mengatur posisi yang nyaman

    19. Merapikan dan membereskan alat

    20. Melepas sarung tangan

    21. Mencuci tangan

 

Tahap Terminasi Pada SOP Pemasangan NGT

Mengevaluasi respon klien

Dokumentasian tindakan dan hasil.

SOP/Cara Injeksi Intra Vena Melalui Selang Infus

 


Pengertian Pemberian Injeksi Intravena Melalui Selang Infus (Bolus)

Menurut Ambarawati (2009), pemberian obat secara injeksi (parenteral) merupakan pemberian obat yang dilakukan dengan menyuntikkan obat tersebut ke jaringan tubuh atau pembuluh darah dengan menggunakan spuit.

Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir dimasukkan ke dalam tubuh dengan menggunakan alat suntik.

Injeksi intravena (bolus) adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena atau melalui karet selang infuse dengan menggunakan spuit. Sedangkan pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang menghantarkan darah ke jantung. Injeksi intravena bertujuan untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorpsi dari pada dengan injeksi perenteral lain, menghindari terjadinya kerusakan jaringan serta memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar.


Tujuan Pemberian Injeksi Intravena Melalui Selang Infus (Bolus)

  1. Mendapatkan reaksi obat yang cepat diabsorbsi daripada injeksi parenteral lain
  2. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air, elektrolit, vitamin, protein, lemak dan kalori yang tidak dapat dipertahankan melalui oral.
  3. Mengoreksi dan mencegah gangguan cairan dan elektrolit
  4. Menghindari terjadinya kerusakan jaringan.
  5. Memperbaiki keseimbangan asam basa
  6. Memasukkan obat dalam jumlah yang besar
  7. Memberikan tranfusi darah
  8. Menyediakan medium untuk pemberian obat intravena
  9. Membantu pemberian nutrisi parenteral
  10. Memonitor Tekanan Vena Sentral (CVP)

Persiapan Alat sebelum Pemberian Injeksi Intravena Melalui Selang Infus (Bolus)
  1. Sarung tangan satu pasang
  2. Spuit steril 3 ml atau 5 ml atau spuit imunisasi
  3. Bak instrument
  4. Perlak dan alasnya
  5. Bengkok
  6. Wastafel atau tempat cuci tangan
  7. Kapas alkohol
  8. Obat injeksi dalam vial atau ampul
  9. Water for injection
  10. Daftar pemberian obat
  11. Waskom berisi larutan chlorine 0,5%

Procedure & Teknik Melakukan Injeksi Intravena Melalui Bolus:
  1. Memberikan salam dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan procedure serta tujuannya.
  2. Menyiapkan alat dan bahan, membawa ke dekat pasien.
  3. Memasang sampiran.
  4. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin.
  5. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk bersih.
  6. Memakai sarung tangan.
  7. Oplos obat menggunakan water steril for injection hingga tercampur. Selanjutnya tarik menggunakan spuit.
  8. Memastikan tidak ada gelembung udara pada spuit dengan cara mencoba spuit terlebih dahulu, lalu simpan pada bak instrumen.
  9. Mencari tempat penyuntikan obat pada karet selang atau pada tutup area injeksi pada vasofix.
  10. Memasang pengalas dibawah daerah yang akan disuntik.
  11. Melalukan swab atau mendesinfeksi karet selang infus (bolus) dengan kapas alkohol, secara sirkular dengan diameter + 5 cm.
  12. Mengklem cairan infuse.
  13. Menusukkan jarum ke dalam karet selang infus (bolus) dengan tangan yang dominan.
  14. Menarik sedikit penghisap untuk aspirasi apakah jarum sudah masuk selang infus.
  15. Memasukkan obat perlahan-lahan ke dalam vena dengan kecepatan maksimal 5 cc/menit. Untuk obat-obatan yang pekat sebaiknya dioplos terlebih dahulu menggunakan water steril.
  16. Menarik jarum keluar setelah obat dimasukkan, selanjutnya swab lagi menggunakan kapas alkohol.
  17. Periksa kecepatan tetesan cairan infuse.
  18. Membereskan alat, buang alat suntik dan bekas tempat obat dengan benar.
  19. Buang sampah pada tempat sampah medis.
  20. Buka sarung tangan dan buang pada tempat sampah medis.
  21. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk atau tissue hingga kering dan bersih.
  22. Melakukan evalusi dan respon pasien setelah tindakan dilakukan.
  23. Dokumentasi tindakan yang telah dilakukan.
Semoga bermanfaat..

Sop Personal Hygiene Mencuci Rambut


PENGERTIAN

Mencuci rambut dan kulit kepala dengan menggunakan shampoo dan air.

 

TUJUAN

1.  Membersihkan kulit kepala dan rambut

2.  Menghilangkan bau dan memberikan rasa nyaman

 

KEBIJAKAN

1.  Pasien yang rambutnya kotor

2.  Pada pasien yang akan menjalani operasi besar

3.  Setelah dipasang kap kutu

 

PETUGAS

Perawat

 

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN

1.  Handuk 2 buah

2.  Talang

3.  Peniti

4.  Kain pel

5.  Baskom berisi air hangat

6.  Gayung

7.  Shampoo dalam tempatnya

8.  Sisir 2 buah

9.  Kain kassa dan kapas

10. Ember kosong

11. Sarung tangan bersih

12. Bengkok berisi larutan desinfektan 2 – 3 %

13. Celemek untuk petugas

14. Alat pengering rambut  

 

PROSEDUR PELAKSANAAN

A.  Tahap Pra Interaksi

1.  Melakukan pengecekan program terapi

2.  Mencuci tangan

3.  Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

 

B.  Tahap Orientasi

1.  Memberikan salam dan menyapa nama pasien

2.  Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

3.  Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien

 

C.  Tahap Kerja

1.  Menjaga privacy

2.  Mengenakan sarung tangan dan celemek

3.  Mengganti selimut klien dengan selimut mandi

4.  Mengatur posisi tidur pasien dengan kepala dipinggir tempat tidur

5.  Memasang handuk dibawah kepala

6.  Memasang ember dialasi kain pel

7.  Memasang talang dengan ujung berada didalam ember

8.  Menutup dada dengan handuk sampai ke leher

9.  Menyisir rambut

10. Menutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan kain kassa/sapu tanganpasien

11. Menyiram dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit) kulit kepala dan rambut dengan shampoo

12. Membilas rambut dengan air hangat sampai bersih

13. Melepas kapas penutup lubang telinga dan kain kassa penutup mata

14. Mengangkat talang, mengeringkan rambut dengan handuk, kemudian dengan pengering

15. Menyisir rambut

16. Meletakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk kering

17. Merapikan pasien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur

 

D.  Tahap Terminasi

1.  Mengevaluasi hasil tindakan

2.  Berpamitan dengan pasien

3.  Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

4.  Mencuci tangan

5.  Mencatat kegiatan dalam lembar catatan


Sop Pemasangan Infus



 SOP PEMASANGAN INFUS

 

PENGERTIAN

Pemasangan infus untuk memberikan obat/cairan melalui parenteral

TUJUAN

Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter

KEBIJAKAN

1.      Pasien mendapatkan obat secara intravena (iv)

2.      Pasien dehidrasi untuk rehidrasi parenteral

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

1.      Sarung tangan 1 pasang

2.      Selang infuse sesuai kebutuhan (makro drip/mikro drip)

3.      Cairan parenteral sesuai program

4.      Jarum intravena

5.      Kapas alcohol dalam kom

6.      Desinfektan

7.      Tourniquet/manset

8.      Perlak pengalas

9.      Bengkok

10.  Plester

11.  Kassa steril

12.  Penunjuk waktu

PROSEDUR PELAKSANAAN

A.    Tahap pra interaksi

1.      Melakukan verifikasi data sebelumnya

2.      Mencuci tangan

3.      Menempatkan alat di dekat pasien dengan  benar

B.     Tahap orientasi

1.      Memberikan salam kepada pasien

2.      Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

3.      Menanyakan kesiapan pasien

C.     Tahap kerja

1.      Melakukan desinfeksasi tutup botol cairan

2.      Menutup saluran infuse

3.      Menusukkan saluran infuse dengan benar

4.      Menggantung botol cairan pada standar infuse

5.      Mengisi tabung reservoir infuse sesuai tanda

6.      Mengalirkan cairan hingga tidak ada udara dalam selang

7.      Mengatur posisi pasien dan memilih vena

8.      Memasang perlak pengalas

9.      Membebaskan daerah yang akan diinersi

10.  Meletakan tourniquet 5cm proksimal yang akan ditusuk

11.  Memakai handscoon

12.  Membersihkan kulit dengan kapas alcohol

13.  Mempertahankan vena pada posii stabil

14.  Memegang IV Chateter dengan sudut 30 derajat

15.  Menusuk vena dengan lubang jarum menghadap ke atas

16.  Memastikan IV chateter masuk intravena kemudian menarik madrin kurang leih 0,5 cm

17.  Memasukkan iv chateter secara perlahan

18.  Menarik madrin dan menyambungkan dengan selang infuse

19.  Melepaskan tourniquet

20.  Mengalirkan cairan infuse

21.  Mengalirkan cairan infuse

22.  Memberikan desinfeksi daerah tusukan dan menutup dengan kassa

23.  Mengatur tetesan infuse sesuai program

D.    Tahap terminasi

1.      Melakukan evaluasi tindakan

2.      Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya

3.      Berpamitan dengan klien

4.      Membereskan alat

5.      Mencuci tangan

6.      Mencatat dalam lembar keperawatan

SOP PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK

  ALAT DAN BAHAN   1.       Stetoskop 2.       Manset anak 3.       Tensimeter 4.       Timbangan anak 5.       Termometer 6. ...