Sabtu, 29 Mei 2021

SOP Pemasangan Kateter

 Tindakan Keperawatan dalam Melakukan Pemasangan Kateter

A.      PRINSIP DASAR

Pemasangan kateter adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan eleminasi urin dengan melakukan pemasangan kateter untuk membantu memenuhi kebutuhan BAK, keadaan penyakit, preoperasi dan postoperasi, dan diagnostik. BAK merupakan kebutuhan setiap manusia yang harus terpenuhi. Tindakan memberikan bantuan pada pasien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan dasar eleminasi urin karena ketidakmampuan atau keterbatasan untuk melakukan BAK secara spontan keadaan penyakit seperti retensio urine, coma dan lain-lain, preoperasi dan postoperasi, dan diagnostik.

B.      STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Pengertian

Suatu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan eliminasi urine

Indikasi

1.     Pasien dengan gangguan eliminasi urine

2.     Pasien dengan pemantauan output

3.     Pasien post op

Tujuan

Memenuhi kebutuhan eliminasi urine

Persiapan tempat dan alat

Alat – alat :

1.     Baki

2.     Kateter steril, ukuran disesuaikan dengan pasien

3.     Kantong penampung urine (urine bag)

4.     Kapas sublimat/kapas savlon steril dalam tempatnya

5.     Kassa

6.     Korentang

7.     Cairan pelumas/ jelly

8.     Perlak dan alasnya

9.     Bengkok 2 buah (untuk kapas kotor dan penampung urine

10.  Pinset anatomi atay sarung tangan steril

11.  Duk steril

12.  Spuit 20 cc dan aquades

13.  Sketsel

14.  Selimut ekstra

15.  Plester atau gunting

Persiapan pasien

1.    Memberitahu pasien dan menjelaskan tujuannya

2.    Menyiapkan pasien dalam posisi dorsal recumbent (Gambar 2.3)

Persiapan Lingkungan

Memang sketsel/ tabir dan menutup pintu

Pelaksanaan

1.    Pasang ekstra selimut

2.    Perlak dan alasnya dipasang dibawah bokong dan lepas pakaian

3.    Meletakkan dua bengkok diantara kedua tungkai

4.    Mencuci tangan

5.    Pakai sarung tangan

6.    Memasang duk steril

Pada Pasien Perempuan

1.       Membuka labia minora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri dan tangan kanan memegang kapas sublimat

2.       Membersihkan vulva dengan kapas savlon/ sublimat dari labia mayora dari atas ke bawah 1 kali usap, kapas kotor diletakkan dibengkok, kemudian labia minora, dan perineum sampai bersih (sesuai kebutuhan)

3.       Dengan memakai sarung tangan atau dengan pinset anatomis mengambil kateter dan diberi pelumas pada ujungnya 2.5 – 5 cm (Gambar 2.4)

4.       Perawat membuka labia minora dengan tangan kiri

5.       Memasukkan kateter ke dalam orificium uretra perlahan – lahan (5 – 7,5 cm dewasa) dan menganjurkan pasien untuk menarik nafas panjang (Gambar 2.5 & Gambar 2.6)

6.       Urine yang keluar ditampung dalam bengkok atau botol steril dan masukkan lagi (2.5 – 5 cm)

7.       Bila kateter dipasang tetap/ permanen maka, isi balon 5 – 15 cc (kateter dikunci memakai spuit dan aquades steril) (Gambar 2.8)

8.       Tarik sedikit kateter untuk memeriksa balon sudah terfiksasi dengan baik

9.       Menyambung kateter dengan urinebag

10.   Fiksasi kateter di paha dengaan plester bila untuk aktifitas (Gambar 2.9)

11.   Pasien dirapikan dengan angkat pengalas dan selimut

12.   Rapikan dan alat – alat dibereskan

13.   Lepas sarung tangan

14.   Mencuci tangan

15.   Buka sampiran

Pada Pasien Pria

1.       Tangan kiri perawat memegang penis atas

2.       Preputium ditarik sedikit ke pangkalnya dan dibersihkan dengan kapas savlon minimal 3 kali

3.       Oleskan minyak pelicin pada ujung kateter sepanjang 12.5 – 17.5 cm (Gambar 2.4)

4.       Penis agak ditarik supaya lurus, dan kateter dimasukkan perlahan – lahan (17.5 – 22 cm untuk dewasa) dan menganjurkan pasien untuk nafas panjang (Gambar 2.7)

5.       Urine yang keluar ditampung dalam bengkok atau botol steril lalu masukkan lagi 5 cm

6.       Bila kateter dipasang tetap/ permanen maka keteter dikunci memakai spuit dan aquades steril (mengisi balon) (Gambar 2.8)

7.       Menyambung kateter dengan urinebag

8.       Fiksasi kateter dipaha dengan plester bila untuk aktifitas (Gambar 2.9)

9.       Pasien dirapikan dengan angkat pengalas dan selimut

10.   Rapikan dan alat – alat dibereskan

11.   Mencuci tangan

12.   Buka sampiran

Sikap

Sikap Selama Pelaksanaan

1.     Menunjukkan sikap sopan dan ramah

2.     Menjamin privasi pasien

3.     Bekerja dengan teliti

4.     Memperhatikan body mechanism

Evaluasi

1.     Tanyakan keadaan dan kenyamanan pasien setelah tindakan

2.     Observasi pengeluaran urine (jumlah, warna dan bau)

 

 

 

 

 

 

C.      PENILAIAN PENGETAHUAN SEBELUMNYA SEBAGAI PRASYARAT

1.       Anatomi dan fisiologi sistem perkemihan (eliminasi urine)

2.       Faktor – faktor yang mempengaruhi eliminasi urine

3.       Perubahan pola elminasi urine

4.       Karakteristik normal urine

Tanda – tanda perubahan pemenuhan kebutuhan eliminasi urine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOP PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK

  ALAT DAN BAHAN   1.       Stetoskop 2.       Manset anak 3.       Tensimeter 4.       Timbangan anak 5.       Termometer 6. ...